Rabu, 11 November 2009

P4S PASIRMUNCANG

PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PEDESAAN SWADAYA ( P4S ) PASIRMUNCANG

PENDAHULUAN
Sebagian besar penduduk di pedesaan sumber kehidupannya sebagai petani dan kondisi tergolong kurang beruntung termasuk di desa Cinangela, Desa ini termasuk katagori Desa Tertinggal (IDT).
Bahkan dea tergolon desa rawan pangan, sehingga mlai than 2009 ditetapkan sebagai lokai Program Dea Mandiri Pangan. Desa ini tertinggal dari berberapa aspek pembangunan dibanding dengan desa tetangganya. Program pembangunan dari pemerintah belum optimal. Than 2005, penduduknya lebih dari 900 kk atau 3.570 orang, terdiri dari 1.700 orang wanita dan 1.870 orang pria. Mata pencaharian dari pertanian 314 kk, buruh tani 218 kk, kerajinan 15 kk, wiraswasta/dagang 48 kk, pensiunan 21 kk dan lainnya pengangguran dan anak-anak lain masih sekolah dan atau pesantren.Sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar yang tamat dan tidak tamat, masih sedikit yang berpendidikan SLTP, SLTA, apalagi Perguruan Tinggi.. Bahkan di desa ini belum ada SMP, kalau ada yang sekolah SLTP atau SLTA mereka pergi jauh ke desa tetangganya atau ke kota kecamatan dan kota Bandung. Penghasilan dari pertanian sering rugi, karena dalam melaksanakan usahanya secara individual, menggunakan teknologi tradisional, disamping karena kekurangan modal. Hanya sedikit petani yang menerapkan teknologi usaha tani yang lebih baik. Alih informasi teknologi pertanian kurang lancar, kegiatan penyuluhan belum optimal. Namun disisi lain masih banyak potensi yang belum tergali, dapat dimanfaatkan seperti;.
  1. Letaknya di pegunungan, terdapat hutan, curah hujan cukup baik, suhu antara 15 sampai 32 derajat Celcius. Kondisi tanahnya cukup baik, terbukti dapat ditanami berbagai jenis tanaman, seperti padi, palawija, sayuran dan buah-buahan.
  2. Sarana jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat sampai ke lokasi pertanian. Hasil sayuran bisa langsung dari desa ini ke Bandung, Jakarta dan kota-kota di Jawa Barat. Jarak dari desa ini ke ibukota kecamatan Pacet 2 km dan ke ibukota kabupaten Bandung 30 km
  3. Sebagian besar penduduknya berusaha dibidang pertanian, peternakan, perikanan.
  4. Terdapat banyak mata air seeperti mata air Legokaso, Legoksalada/Seke, Cipoledang.
  5. Adanya sarana listrik yang dapat dimanfaatkan
  6. Adanya kebijaksanaan pemerintah tentang otonomi daerah.
  7. Teknologi usaha pertanian yang baik sudah banyak tersedia.
  8. Keinginan dari para tokoh dan petani untuk usaha bersama dalam kelompok tani
  9. Memiliki hutan yang cukup potensial bila dikembangkan untuk pertanian ataupun pariwisata.
  10. Adanya sarana untuk mendukung kegiatan pelatihan pertanian

Memperhatikan permasalahn dan potensi di atas, memerlukan berbagai upaya yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan yang melibatkankan partisipasi masayarakatnya.

Khusus dalam kegiatan pertanian salah satu upaya melakukan pembelajaran melalui “Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya ( P4S ) Pasirmuncang” yng berdiri tanggal, 1 Pebruari 2008

TUJUAN
Tujuan Umum
Meningkatkan proses alih informasi teknologi terutama dalam pertanian melalui kegiatan pelatihan dengan metoda magang.

Tujuan Khusus
  1. Meningkatkan swadaya sesama petani (Pemagang dan Pengajar ) dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan jiwa kewirausahaan, di bidang pertanian maupun non pertanian
  2. Meningkatkan peranserta para petani dalam proses pembangunan di pedesaan termasuk melestarikan hutan

HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Munculnya individu atau kelompok tani yang lebih maju,
  2. Lancarnya alih teknologi yang baik
  3. Terinventarisirnya berbagai jenis usaha yang layak
  4. Terinventarisirnya sumber dan macam permodalan yang layak.
  5. Tumbuhnya kelompok usaha yang maju
  6. Tumbuhnya pos-pos pelayanan penyuluhan
  7. Munculnya para petani yang berperan penyuluh swakarsa
  8. Semakin berkembangnya kerjasama dengan pemerintah, berperan membantu masyarakat pedesaan melalui proses pemberdaayaan

AZAS-AZAS

  1. Demokrasi, adanya partisipasi aktif antara penyelenggara & pamagang dalam berbagai kegiatan
  2. Swadaya, yaitu adanya kemandirian memecahkan berbagai masalah baik teknis, social atau ekonomi.
  3. Pengembangan usaha, yaitu mengingkatnya pengetahuan & sikap dalam usaha bagi pemagang serta pemanfaatan tenaga kerja bagi pengelola.
  4. Koordinasi dan keterpaduan, yaitu adanya keselarasan dan keserasian antara kegiatan pembinaan P4S dengan kegiatan pembangunan lainnya.

PENYELENGGARAAN
PENGELOLAAN P4S
1. Organisasi
  • K e t u a : U Suherman Sasmita Mihardja
  • Sekretaris : Achman Florans Fauzi SSI
  • Bendahara : Herniwulansari AMd
  • Seksi-seksi :
  • Pendidikan dan Latihan : Iwan Hernawan
  • Usaha, dan Sarana/ prasarana : - Ujang
2. Peserta/sasaran didikSiapa saja yang berkeinginan untuk belajar pertanian
Namun dprioritaskan kepada keluarga petani di Desa Cinangela al;

NO RW NAMA RUKUN WARGA/DUSUN NO RT NAMA RUKUN TETANGGA/KAMPUNG
JMH KK PETANI KETERANGAN

1 Pasirmuncang 1 Pasirmuncang I 20 * Masing-masing petani
2 Pasirmuncang II 22 berpeluang membentuk
2 Legokaso 1 Legokso 27 satu Kelompoktani
2 Nengre 28 * Dari setiap RT
3 Pasirbuah 22 berpeluang membentuk
3 Banca 1 Banca 20 satu Kelompoktani
2 Caralang 23
4 Cinangela 1 Cinangela I 20 * Dari setiap RW
2 Cinangela II 20 Berpeluang membentuk
3 Cinangela III 16 satu Gabungan Kelompoktani
4 Cinangela IV 20
5 Cinangela V 23
6 Cinangela VI 19
7 Caringin I 21
8 Caringin II 23
JUMLAH 324

3. Pelatih/fasilitator
Asal dan status :
• Pengelola P4S beserta jajarannya
• Petani/ kontaktani berpengalaman dan maju dalam usaha tani
• Penyuluh Pertanian
• Petugas lain sesuai kebutuhan dari berbagai instansi terkait

4. Sarana dan prasaran
a. Bangunan Luas 90 m2
• Ruang perpustakaan

• Ruang kelas/belajar
• Penginapan,MCK, Bak air
• Instalasi listrik

b. Kolam * Besar (2 buah)
* Kecil (2 buah)

c. Alat-alat Sarana Produksi a.l;\
* Mesin pompa air, sprayer, cangkul, garpu, linggis,
d. Lahan-lahan usaha di;
* Pasirmuncang = 90 tumbak
* Legokso I = 200 tumbak
* Legokaso II = 200 tumbak
*Cibaliung = 700 tumbak

e. Kendaraan: Motor = 1 buah
f. Sarana pelajaran al: Papan tulis

5. Pembiayaan

Pembiayaan sementara ini cenderung dari hasil usaha P4S

6. LAIN-LAIN;
dapat bantuan rehab bangunan dari Pemerintah

B. PENGELOLAAN PROSES BELAJAR

1. Rancangan Pelatihan

Rancangan pelatihan disesuaikan dengan kemampuan,kebutuhan peserta, diupayakan seperti standar latihan, Merupakan kombinasi antara ikut belajar sambil bekerja dengan istilah magang,

2. Metoda

Berbagai metoda ( diskusi, penugasan, praktek, dst) pelatihan yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Materi Latihan al;
Sedangkan materinya yang diajarkan disesuaikan dengan jenis usaha yang dilaksanakan oleh P4S. Jenis materi cenderung di bidang pertanian, perikanan dan peternakan, kewirausahaan dan sebagainya.

JENIS USAHA P4S /MATERI LATIHAN
Meliputi Pembibitan, budidaya, pasca panen, pengolahan, pengepakan, pemasaran, analisa usaha.
NO N A M A
1 A. PERTANIAN
1. Pupuk Organik Bokasi
2. Pestisida alami
3. Pembibitan buah-buahan
4. Bawang
5. Cabe
6. Kentang
7. Mentimun
8. Tomat
9. Strabery
10. Kacang
11. Alpukat
12. Kopi
13. Jeruk
14. Duren15. dll
2 B. PERIKANAN
Ikan mas, Ikan nila,Lele dumbo, belut, dl
3 C. PETERNAKAN Kelinci, ayam, doma.
4 Wawasan Pertanian & lingkungan hidup
5 Kewirausahaan
4 Identifikasi Usaha Ekonomi
5 Motivasi Berprestasi
6 Pengambilan Keputusan
7 Kelompok Tani
8 Administrasi,dll

C. BIMBINGAN LANJUTAN (BINJUT)

1. Bimbingan Usaha
• Meningkatkan jalinan kerjasama antara pengelola dan alumni
2. Monitoring dan Evaluasi
Alumni membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL)
• Rencana Usaha Perorangan (RUP)
• Rencana Kegiatan Kelompok (RKK).
3. Evaluasi Penyelenggaraan
4. Evaluasi Hasil Belajar

VI. MITRA KERJA/PEMBINA

1. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kayuambon-Jawa Barat,
2. Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bandung
3. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandng
4. UPT Pengendali Program Penyuluhan Wilayah Pacet
5. Perusahan obat-obatan Pertanian P0MI

VII. LAIN-LAIN
1. Percobaan sederhana/pengembangan/dan usaha
2. Menyalurkan bantuan bibit dari pemerintah sperti bibit jagung hibrida bagi para petani dan kelompoktani di Desa Cinangela
3. P4S dijadikan ajang siraturahmi, pertemuan2, baik para petani, kelompoktani, persahaan obat-obatan, bank, petugas pemerintah desa, kecamatan,kabupaten, propini, dll
4. Memotivasi para petani sekitar untk melakkan kerjasama melalui kelompoktani dan atau dalam gabngan kelompoktani

SELAYANG PANDANG (PROFIL)
PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PEDESAAN SWADAYA P4S
PASIRMUNCANG TAHUN 2008

PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PEDESAAN SWADAYA PASIRMUNCANG
JLN/KAMPUNG PASIRMUNCANG, DESA CINANGELA, KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG, PROPINSI JAWA BARAT